Perancangan Strategi Adaptasi Bisnis Ritel Dalam Manajemen Industri Melalui Model Integrasi C-TAM-TPB

Penulis

  • Agnes Alzena Syafitri Universitas Teknologi Bandung
  • Renny Sunarny Universitas Teknologi Bandung
  • Yuki Hidayat Kusdinar Universitas Teknologi Bandung

Kata Kunci:

Perancangan Model, Strategi Adaptasi, Bisnis Ritel, Integrasi C-TAM-TPB, Manajemen Industri

Abstrak

Perkembangan teknologi digital yang kian pesat, perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis dalam merespons tren pasar, serta persaingan bisnis yang semakin ketat baik di tingkat lokal maupun global, menuntut industri ritel untuk mampu melakukan adaptasi secara cepat, tepat, dan strategis agar tetap relevan, kompetitif, serta mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang strategi adaptasi bisnis ritel dalam manajemen industri melalui model integrasi C-TAM-TPB (Combined Technology Acceptance Model and Theory of Planned Behavior). Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 97 pelaku usaha ritel yang terdiri atas pemilik, manajer, dan pengelola operasional. Variabel independen meliputi perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEU), attitude (ATT), subjective norm (SN), dan perceived behavioral control (PBC), sedangkan variabel dependen adalah strategi ritel business adaptation (RBA) dengan intention (INT) sebagai variabel mediasi. Data kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) dengan bantuan program Smart PLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived usefulness berpengaruh positif signifikan terhadap attitude pelaku usaha ritel dalam mengadaptasi strategi bisnis ritel. Attitude dan subjective norm berpengaruh positif signifikan terhadap intention. Intention berpengaruh positif signifikan terhadap realisasi adaptasi strategi bisnis ritel. Selain itu, attitude dan subjective norm juga memiliki pengaruh positif signifikan secara tidak langsung terhadap realisasi adaptasi strategi bisnis ritel melalui intention. Sebaliknya, perceived ease of use dan perceived behavioral control tidak berpengaruh signifikan, baik secara langsung maupun melalui intensi, terhadap adaptasi strategi bisnis ritel. Dengan demikian, faktor perceived usefulness, attitude dan subjective norm menjadi kunci untuk mendorong adaptasi strategi bisnis ritel secara nyata, sekaligus memberikan panduan bagi perancang strategi adaptasi bisnis ritel dalam manajemen industri. Rancangan model terbaik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah model integrasi C-TAM-TPB yang menempatkan perceived usefulness sebagai faktor utama pembentuk attitude sedangkan attitude dan subjective norm sebagai penggerak intention, serta intention sebagai determinan paling kuat dalam merealisasikan adaptasi strategi bisnis ritel.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30