EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE MIN MAX STOCK DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PT XYZ

Authors

  • Jaka Suryahusada Universitas Teknologi Bandung
  • Tini Setiawati Universitas Teknologi Bandung
  • Tombak Gapura Bhagya Universitas Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.53580/sistemik.v14i1.203

Keywords:

Economic Order Quantity (EOQ), Min Max Stock, Pengendalian Persediaan, Reorder Point, Safety Stock

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang alat kesehatan, khususnya produk IVD rapid test. Meningkatnya permintaan alat kesehatan di dalam negeri menyebabkan kebutuhan bahan baku menjadi fluktuatif, sehingga menimbulkan kondisi kelebihan maupun kekurangan persediaan di gudang. Hal ini menjadi tantangan dalam pengendalian persediaan bahan baku, terutama dalam menentukan tingkat ketersediaan yang sesuai dengan kebutuhan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat buffer stock yang optimal dengan menggunakan metode Min Max Stock dan Economic Order Quantity (EOQ) guna meningkatkan efektivitas operasional serta efisiensi biaya. Penelitian ini menggunakan data historis persediaan, penerimaan, dan permintaan bahan baku pada periode Juli 2024 hingga Juni 2025. Data tersebut dianalisis untuk menentukan safety stock, reorder point, persediaan minimum dan maksimum, serta jumlah pemesanan yang optimal. Hasil dari kedua metode kemudian dibandingkan dengan kebijakan persediaan yang saat ini diterapkan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya persediaan dengan kebijakan perusahaan saat ini sebesar Rp 11.500.329 per tahun. Dengan metode Min Max Stock, biaya tersebut dapat ditekan menjadi Rp 8.925.387 per tahun dengan efisiensi sekitar 22% serta frekuensi pemesanan yang relatif rendah. Sementara itu, metode EOQ menghasilkan total biaya terendah sebesar Rp 1.878.727 per tahun dengan efisiensi sekitar 84%, namun dengan frekuensi pemesanan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, kedua metode memberikan pengendalian persediaan yang lebih optimal dibandingkan kebijakan perusahaan saat ini. Metode Min Max Stock memberikan kestabilan persediaan, sedangkan metode Economic Order Quantity (EOQ) menawarkan potensi penghematan biaya yang lebih besar. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perbaikan kebijakan pengendalian persediaan bahan baku guna mencapai efisiensi dan efektivitas operasional yang lebih baik pada perusahaan.

Published

2026-06-23

Issue

Section

SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik

Categories