Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik <p><strong>Sistemik (Jurnal Ilmiah Nasional Ilmu Teknik) : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik </strong>diterbitkan sejak Mei 2019 oleh Fakultas Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan essai kontemporer ilmu-ilmu teknik.</p> <p><img src="/public/site/images/admin/IMG-20190513-WA0009.jpg"></p> Universitas Teknologi Bandung en-US Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2337-3636 BEBAN KERJA MENTAL MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI PADA KAMPUS X MENGGUNAKAN RSME https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/158 <p>Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tekanan mental, seperti rasa gugup, kurang percaya diri, kecemasan, serta kelelahan fisik dan psikis, yang berdampak pada menurunnya konsentrasi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental yang dialami mahasiswa Teknik Industri dalam proses penyelesaian skripsi dengan menggunakan metode <em>Rating Scale Mental Effort</em> (RSME). Metode RSME dipilih karena mampu memberikan gambaran subjektif mengenai tingkat usaha mental melalui enam indikator utama, yaitu beban kerja, kesulitan kerja, performansi kerja, usaha mental, kegelisahan kerja, dan kelelahan kerja. Penelitian dilakukan pada 45 responden mahasiswa, dan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori beban kerja mental “cukup besar” hingga “sangat besar”, dengan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori rendah. Jika ditinjau dari hasil yang ada, sebagian besar responden masuk dalam kategori cukup besar, contohnya responden 1 dengan skor 54,17; responden 6 dengan skor 72,50; serta responden 30 dengan skor 79,83. Beberapa responden termasuk dalam kategori sangat besar, seperti responden 3 dengan skor 95,00; responden 18 dengan skor 95,00; dan responden 42 dengan skor 120,83. Sementara itu, hanya sedikit responden yang masuk kategori kecil, misalnya responden 4 dengan skor 43,33 dan responden 14 dengan skor 41,83. Temuan ini menegaskan bahwa penyusunan skripsi menuntut konsentrasi tinggi, usaha mental signifikan, serta dapat memicu kelelahan dan tekanan psikologis jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan beban kerja mental, baik melalui dukungan institusi, manajemen waktu, maupun peningkatan kemampuan pengendalian diri mahasiswa, agar proses penyelesaian skripsi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.</p> Teguh Aprianto Riri Mardaweni Rimba Krisnha Sukma Dewi Danny Aidil Rismayadi Angling Sugiatna Abdul Fatah Copyright (c) 2025 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-15 2025-12-15 13 2 101 108 10.53580/sistemik.v13i2.158 ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC DI BENGKEL LAS LISTRIK PRIMA BAKTI JAYA https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/169 <p>Bengkel Las Listrik Prima Bakti Jaya merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang jasa konstruksi logam seperti pembuatan pagar, tangga, dan kanopi, yang telah beroperasi sejak tahun 1998 di Kabupaten Bandung. Dalam operasionalnya, bengkel ini melibatkan proses kerja berisiko tinggi, khususnya pada aktivitas pengelasan. Berdasarkan data kecelakaan kerja tahun 2024, tercatat 25 kasus kecelakaan, meliputi pekerja yang terbentur besi atau benda keras lainnya (10 kasus), terkena percikan api atau luka bakar (5 kasus), tergores alat gerinda atau benda tajam (2 kasus), dan cedera mata akibat percikan api, debu, atau benda asing lainnya (8 kasus). Analisis menunjukkan bahwa kecelakaan ini dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu kurangnya kesadaran pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja, tidak adanya SOP (<em>Standard Operating Procedure</em>) yang ditetapkan, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak konsisten oleh para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengusulkan langkah pengendalian yang tepat menggunakan metode HIRARC (<em>Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control</em>). Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas kerja dan kecelakaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 21 bahaya dan 26 risiko yang tersebar pada berbagai proses kerja, dari pengambilan bahan hingga pengecatan. Berdasarkan matriks penilaian risiko AS/NZS 4360:2004, risiko yang teridentifikasi diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu risiko rendah (11%), sedang (4%), serta tinggi (85%). Risiko dengan Tingkat keparahan tertinggi berasal dari kebisingan mesin potong dan gerinda, disertai paparan asap dan debu yang terjadi secara rutin dalam proses produksi. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi eliminasi bahaya, penerapan <em>Standard Operating Procedure</em> (SOP), pelatihan K3 secara berkala, dan penggunaan APD yang sesuai. Penerapan metode HIRARC secara sistematis terbukti efektif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kerja dan membentuk lingkungan kerja yang lebih aman. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penguatan sistem manajemen risiko, khususnya bagi bengkel las berskala kecil dan menengah.</p> Erie Rizky Pratama Jeferson Siahaan Ahmad Rivai Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 109 133 10.53580/sistemik.v13i2.169 PERANCANGAN STRATEGI ADAPTASI BISNIS RITEL DALAM MANAJEMEN INDUSTRI MELALUI MODEL INTEGRASI C-TAM-TPB https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/150 <p>Perkembangan teknologi digital yang kian pesat, perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis dalam merespons tren pasar, serta persaingan bisnis yang semakin ketat baik di tingkat lokal maupun global, menuntut industri ritel untuk mampu melakukan adaptasi secara cepat, tepat, dan strategis agar tetap relevan, kompetitif, serta mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang strategi adaptasi bisnis ritel dalam manajemen industri melalui model integrasi C-TAM-TPB (<em>Combined Technology Acceptance Model and</em> <em>Theory of Planned Behavior</em>). Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 97 pelaku usaha ritel yang terdiri atas pemilik, manajer, dan pengelola operasional. Variabel independen meliputi <em>perceived usefulness </em>(PU)<em>, perceived ease of use </em>(PEU)<em>, attitude </em>(ATT)<em>, subjective norm </em>(SN)<em>, </em>dan <em>perceived behavioral control </em>(PBC)<em>, </em>sedangkan variabel dependen adalah strategi <em>ritel business adaptation </em>(RBA) dengan <em>intention </em>(INT) sebagai variabel mediasi. Data kemudian dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling </em>(SEM-PLS) dengan bantuan program Smart PLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>perceived usefulness </em>berpengaruh positif signifikan terhadap <em>attitude </em>pelaku usaha ritel dalam mengadaptasi strategi bisnis ritel. <em>Attitude </em>dan <em>subjective norm </em>berpengaruh positif signifikan terhadap <em>intention</em>. <em>Intention </em>berpengaruh positif signifikan terhadap realisasi adaptasi strategi bisnis ritel. Selain itu, <em>attitude </em>dan <em>subjective norm </em>juga memiliki pengaruh positif signifikan secara tidak langsung terhadap realisasi adaptasi strategi bisnis ritel melalui <em>intention</em>. Sebaliknya, <em>perceived ease of use </em>dan <em>perceived behavioral control </em>tidak berpengaruh signifikan, baik secara langsung maupun melalui intensi, terhadap adaptasi strategi bisnis ritel. Dengan demikian, faktor <em>perceived usefulness</em>, <em>attitude </em>dan <em>subjective norm </em>menjadi kunci untuk mendorong adaptasi strategi bisnis ritel secara nyata, sekaligus memberikan panduan bagi perancang strategi adaptasi bisnis ritel dalam manajemen industri. Rancangan model terbaik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah model integrasi C-TAM-TPB yang menempatkan <em>perceived usefulness </em>sebagai faktor utama pembentuk <em>attitude </em>sedangkan <em>attitude </em>dan <em>subjective norm </em>sebagai penggerak <em>intention</em>, serta <em>intention </em>sebagai determinan paling kuat dalam merealisasikan adaptasi strategi bisnis ritel.</p> Agnes Alzena Syafitri Renny Sunarny Yuki Hidayat Kusdinar Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 134 143 OPTIMASI STRATEGI PEMASARAN TANAMAN DAUN UNGU MELALUI ANALISIS SWOT DALAM SISTEM INDUSTRI AGRIBISNIS https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/179 <p>Tanaman daun ungu yang dikenal dengan nama ilmiahnya di dunia tumbuhan adalah Graptophyllum pictum (L.) Griff. merupakan salah satu tanaman yang kaya akan zat antioksidan dengan khasiat kegunaan yang sangat banyak untuk bidang ilmu kesehatan manusia. Budidaya tanaman ungu memiliki potensi besar di masa depan untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor yang bisa dijalankan oleh industri pertanian. Usaha budidaya tanaman ungu bisa dioperasikan dalam berbagai macam skala bisnis, mulai dari skala usaha mikro, kecil, menengah dan besar. Budidaya tanaman daun ungu memiliki permasalahan yang membuat petani usaha kecil mengalami kerugian. Hal ini disebabkan karena para petani usaha kecil budidaya tanaman ungu belum mengetahui strategi pemasaran yang tepat dalam usaha bisnis tanaman daun ungu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran yang tepat dalam usaha budidaya tanaman daun ungu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis SWOT.</p> <p>Hasil identifikasi kekuatan dari bisnis tanaman daun ungu adalah memiliki khasiat obat tradisional, mudah dibudidayakan, multifungsi, biaya produksi rendah, dan adaptif terhadap lingkungan. Kelemahan dari bisnis ini terdiri atas waktu panen relatif lama, standardisasi kandungan senyawa aktif belum konsisten, kurang dikenal secara luas oleh masyarakat modern, daya simpan rendah, dan minim penelitian skala industri. Peluang dari bisnis ini adalah tren peningkatan minat obat herbal dan <em>back to nature</em>, potensi pengembangan produk turunan, dukungan riset dan hilirisasi herbal, peluang pasar ekspor, integrasi dengan riset teknologi pangan dan farmasi. Ancaman dari bisnis ini adalah persaingan dengan tanaman herbal lain, regulasi BPOM yang ketat, serangan hama dan penyakit tanaman, fluktuasi permintaan pasar, dan risiko klaim khasiat berlebihan. Hasil strategi berdasarkan SWOT untuk bisnis diperoleh bahwa dengan strategi SO yaitu pengembangan produk herbal bernilai tambah berbasis riset. Strategi WO yaitu standardisasi budidaya dan ekstraksi senyawa aktif. Strategi ST dengan cara diferensiasi produk berbasis bukti ilmiah. Strategi WT dalam bisnis ini bisa dilakukan dengan cara manajemen risiko budidaya dan kepatuhan regulasi. Berdasarkan hasil pengukuran dari penelitian ini diperoleh prioritas utama adalah strategi SO. Strategi SO yang dapat diterapkan dalam bisnis tanaman daun ungu adalah dengan cara melakukan pengembangan produk herbal bernilai tambah berbasis riset. Beberapa contoh potensi pengembangan produk turunan dari tanaman daun ungu yaitu dengan cara pembuatan teh herbal, kapsul, salep, dan ekstrak cair yang berbahan dasar berasal dari tanaman daun ungu.</p> Ai Nurhayati Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 144 152 10.53580/sistemik.v13i2.179 PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK CELANA CARGO DENGAN MENGGUNAKAN METODE PLAN, DO, CHECK, ACTION DI PT. TAHTTADU SOKO INDO https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/181 <p>PT. Tahttadu Soko Indo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen dengan fokus produksi celana dan menetapkan standar batas toleransi cacat produk maksimal sebesar 3%. Namun demikian, pada periode Juli hingga Desember 2024, tingkat kecacatan produk yang dihasilkan masih berada di atas standar yang telah ditetapkan, yaitu berkisar antara 3% hingga 5,3% dari total produksi sebanyak 54.603 pcs. Berdasarkan data inspeksi kualitas, jenis kecacatan yang paling dominan adalah cacat bahan dengan persentase sebesar 62,7% dan cacat jahitan sebesar 37,1%, sementara cacat pola dan aksesoris memiliki persentase yang relatif kecil. Persentase kecacatan tertinggi terjadi pada bulan Juli 2024, yaitu sebesar 5,3%, yang disebabkan oleh kualitas bahan baku yang tidak memenuhi standar serta keterampilan operator yang masih belum optimal. Meskipun terjadi penurunan tingkat kecacatan pada bulan September hingga mencapai 3%, fluktuasi tetap terjadi hingga bulan Desember 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kecacatan produk serta merumuskan usulan perbaikan kualitas yang sistematis dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam analisis adalah PDCA (<em>Plan, Do, Check, Act</em>) dan 5W+1H untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan dari aspek manusia, metode kerja, mesin, material, dan lingkungan. Hasil analisis menghasilkan usulan perbaikan berupa peningkatan kompetensi tenaga kerja, standarisasi prosedur kerja, perawatan mesin secara berkala, seleksi bahan baku yang lebih ketat, serta perbaikan kondisi lingkungan kerja. Penerapan usulan tersebut diharapkan mampu menurunkan persentase kecacatan hingga berada di bawah batas toleransi serta mendukung peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.</p> Fitri Desriani Tini Setiawati Multi Nadeak Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 153 163 10.53580/sistemik.v13i2.181 ANALISIS SISA HASIL PEMBAKARAN MENGGUNAKAN INSINERATOR SEDERHANA TERHADAP SISA PEMBAKARAN SECARA KONVENSIONAL https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/186 <p>Setiap hari limbah padat akan bertambah sejalan dengan pemenuhan kebutuhan hidup dari setiap manusia dalam menjalani kehidupan sehari hari. Salah satu jenis limbah padat yang sering dilihat dan didengar adalah limbah rumah tangga, atau sering dikenal dengan istilah sampah rumah tangga. Tentu saja pertambahan sampah rumah tangga ini akan menjadi masalah yang harus diberi perhatian khusus karena kalau tidak di tindak lanjuti dengan baik, akan menimbulkan penimbunan sampah yang sangat besar. Dan penimbunan sampah ini bila berlarut - larut tidak ditangani dengan baik dan benar, maka akan menimbulkan masalah baru yaitu gunung sampah yang tidak sehat dan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar. Sehingga diperlukannya penangganan sampah ini yang sejalan dengan penambahan jumlah sampah setiap hari. Pengelolaan limbah padat atau sampah rumah tangga ini merupakan salah satu tantangan utama dalam bidang teknik lingkungan dan teknik mesin terutama lingkungan masyarakat saat ini, khususnya terkait efektivitas pembakaran dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Metode pembakaran konvensional masih banyak digunakan, namun sering menyisakan residu pembakaran yang tinggi serta berpotensi menghasilkan zat berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hasil pembakaran antara metode konvensional dan penggunaan insinerator sederhana, ditinjau dari tingkat efektifitas dan efisiensi pembakaran, jumlah residu, dan potensi bahaya dioksin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membandingkan karakteristik residu hasil pembakaran pada kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insinerator sederhana dengan temperatur operasi di atas 850°C mampu menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, ditandai dengan residu yang lebih sedikit dan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi. Serta tidak menyebabkan keracunan dioksin, di mana ini dapat timbul apabila pembakaran dilakukan tidak sesuai dengan kondisi pembakaran yang baik.</p> Benny Purnawan Dadang Krisdayadi Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 164 172 10.53580/sistemik.v13i2.186 DESAIN PERANCANGAN POMPA AIR TANPA MOTOR BERJENIS HIDRAULIC RAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE FRENCH DI DESA CIHAWUK https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/148 <p>Desa Cihawuk terletak di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, dan berada di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Secara geografis, desa ini terletak di dataran tinggi, sehingga mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Sektor pertanian di Desa Cihawuk cukup beragam, meliputi budidaya kentang, tembakau, dan kebun teh. Pengairan untuk kegiatan pertanian dan kebutuhan sehari-hari masyarakat bergantung pada sumber mata air yang sama, yang memiliki keterbatasan dan sering mengalami penurunan volume, terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Pompa Air Tanpa Motor (PATM) atau <em>Hydraulic Ram Pump </em>(Pompa Hydram) guna meningkatkan ketersediaan air bersih di Desa Cihawuk. Pompa ini dirancang untuk memanfaatkan sumber mata air tambahan di lembahan Dusun Ciakar, yang dikenal sebagai mata air Ciendog. Namun, akses jalan yang sulit menuju sumber mata air ini mendorong peneliti untuk merancang pompa yang dapat beroperasi tanpa memerlukan energi listrik atau bahan bakar. Berdasarkan hasil menggunakan metode perancangan French, peneliti berhasil menghasilkan desain pompa yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pompa ini dirancang dengan mempertimbangkan volume debit air sebesar 1,8 liter/detik, tinggi jatuh 7 meter, dan panjang pipa keluar 232 meter dengan tinggi elevasi dari sumber mata air Ciendog ke titik bak penampungan mencapai 78 meter secara vertikal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pompa ini mampu menghasilkan debit air keluar sebesar 0,0001128 m³/s atau sekitar 9.745 liter/hari, sehingga dapat mengurangi kekurangan air sebesar 36,21% dari total kebutuhan air di Desa Cihawuk. Efisiensi pompa mencapai 59% dengan tinggi angkat air sebesar 78 meter.Pompa ini dirancang menggunakan bahan yang mudah didapat dan tahan lama. Penelitian ini memberikan solusi yang hemat biaya dan ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Cihawuk, serta dapat dioperasikan secara kontinyu tanpa memerlukan energi eksternal. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut meliputi uji coba lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan dan perawatan pompa hidram. Dengan demikian, diharapkan pompa ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah kekurangan air di Desa Cihawuk.</p> Nanda Surya Maulana Pratama Dewi Mulyasari Sumarta Jeferson Siahaan Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 173 183 10.53580/sistemik.v13i2.148 PEMILIHAN SUPPLIER PADA UMKM PENGRAJIN BONEKA R2N COLLECTION MENGGUNAKAN METODE AHP DAN TOPSIS https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/182 <p>R2N Collection merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang industri kerajinan dalam sektor ekonomi kreatif, khususnya pada produksi boneka. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang dihadapi perusahaan, antara lain kekurangan bahan baku dari pemasok akibat keterbatasan ketersediaan dan persaingan pasar dengan produsen lain, fluktuasi harga, keterbatasan modal, keterlambatan produksi dan pengiriman, belum adanya kriteria yang tepat dalam pemilihan pemasok bahan baku dan pemasok tetap, serta pengabaian kriteria pemilihan pemasok oleh pemilik usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria terpilih dengan mempertimbangkan bobot masing-masing kriteria dalam proses pengambilan keputusan pemilihan pemasok bahan baku serta menentukan pemasok terbaik dan paling tepat berdasarkan urutan prioritas sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>mixed method</em>. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Responden dipilih menggunakan teknik <em>purposive</em> <em>sampling</em> dengan melibatkan satu pengambil keputusan utama, yaitu pemilik usaha. Metode yang digunakan adalah <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan subkriteria, serta <em>Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution</em> (TOPSIS) untuk menentukan peringkat pemasok terbaik. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh kriteria, yaitu harga, kualitas, pengiriman, pelayanan, kuantitas, fleksibilitas, dan tanggap, dengan total lima belas subkriteria terkait. Kriteria prioritas secara berurutan adalah kuantitas (0,2877), pengiriman (0,1725), fleksibilitas dan tanggap (0,1674), kualitas (0,0992), pelayanan (0,0643), dan harga (0,0415). Peringkat pemasok berdasarkan nilai preferensi menunjukkan bahwa Supplier D (0,6944) menempati peringkat pertama, diikuti oleh Supplier C (0,5488), Supplier B (0,4825), dan Supplier A (0,3966). Penelitian ini memberikan kontribusi melalui integrasi metode AHP dan TOPSIS pada UMKM industri kerajinan yang sebelumnya belum memiliki sistem pengambilan keputusan pemilihan pemasok secara terstruktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kuantitas merupakan kriteria prioritas utama dalam sektor ini. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya melibatkan satu responden sehingga potensi subjektivitas masih relatif tinggi. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih dari satu pengambil keputusan serta mengembangkan pendekatan berbasis fuzzy dan metode lainnya guna meningkatkan akurasi dalam menangkap ketidakpastian penilaian.</p> Dzikri Ryadna Tini Setiawati Dewi Mulyasari Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 184 194 10.53580/sistemik.v13i2.182 PENERAPAN DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN PRODUK FURNITUR BERBASIS LIMBAH KAYU UNTUK MENCIPTAKAN NILAI BERKELANJUTAN https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/article/view/190 <p>Industri furnitur di sentra produksi seperti Jepara menghasilkan limbah kayu sebesar 20–30% dari total bahan baku yang digunakan, yang sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya memiliki nilai ekonomi rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi material limbah dan penciptaan nilai berkelanjutan pada industri furnitur skala usaha kecil dan menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan <em>design thinking</em> dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu menjadi produk furnitur bernilai tambah serta menciptakan <em>sustainable value creation</em> berbasis prinsip <em>triple bottom line</em> dalam kerangka <em>circular economy</em>. Penelitian menggunakan pendekatan <em>action research</em> dengan desain campuran (<em>mixed-method</em>) melalui implementasi lima tahapan <em>design thinking</em> pada 20 orang perajin furnitur di Jepara, serta pengujian persepsi terhadap 105 konsumen potensial menggunakan kuesioner skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan <em>design thinking</em> meningkatkan pemanfaatan limbah kayu hingga rata-rata 70% dalam pengembangan prototipe produk baru. Uji reliabilitas menunjukkan seluruh variabel memiliki Cronbach’s Alpha di atas 0,80, sementara analisis regresi mengindikasikan bahwa persepsi keberlanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>willingness to pay</em> (? = 0,678; p &lt; 0,001; R² = 0,419). Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya menghasilkan dampak lingkungan, tetapi juga memengaruhi respons ekonomi melalui kesiapan konsumen untuk membayar. Secara konseptual, penelitian ini mengembangkan model integratif yang menghubungkan <em>design thinking</em> sebagai mekanisme inovasi dengan implementasi <em>circular economy</em> dan pengukuran <em>triple bottom line </em>dalam menciptakan nilai berkelanjutan pada industri furnitur berbasis limbah kayu.</p> Raden Meina Widiastuti Herdiansyah Gustira Pramudia Suryono Copyright (c) 2026 Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik 2025-12-30 2025-12-30 13 2 195 206 10.53580/sistemik.v13i2.190